Biarlah (by Nidji)

28 11 2007

aku sudah berlari
mengejar yang tak pasti
mengejar kamu.. hanya dirimu..

kulantunkan hidupku
kubisikkan cintaku
hanya untukmu.. hanya untukmu…

tapi engkau terus pergi
tapi engkau terus berlari
jadi biarkanlah aku di sini

biarlah kurela
melepasmu, meninggalkan aku
berikanlah aku
kekuatan untuk lupakanmu

waktu terus bergulir
sakit tetap mengukir
jalan hidupku.. jalan hidupku..

berikanlah jiwamu
berikanlah cintamu
hanya untukku.. hanya untukku

tetapi engkau terus pergi
tapi engkau terus berlari
jadi biarkanlah aku di sini

kau jauh dariku
kau tetap menjauh dari aku.

Powered by ScribeFire.





Resign

28 11 2007

Yup…resign. mungkin ini salah satu keputusan besar dalam hidup saya. Per 1 Desember 2007, saya akan resign dari Lintang Kawuryan. setelah kurang lebih 8 tahun menggeluti per-rumah sakit-an dan visual basic 6.0, saya ingin mencoba sesuatu yang lain, atau malah mungkin sesuatu yang baru. berat memang, meninggalkan teman2x yang sudah sepeti keluarga sendiri. tapi keadaan yang memaksa saya harus “hijrah”.
semoga di masa yang akan datang Lintang Kawuryan akan menjadi perusahaan yang besar dan sukses, dan visi Hospital Information System in every hospital bisa terwujud.
sekalian aja madhi minta maaf pada semua temen2x di Lintang Kawuryan, apabila selama bekerja bersama ada hal2x yang tidak berkenan. madhi sadar masih banyak kekurangan yang madhi miliki.
oke, maybe next time, kita masih bisa kerja sama dalam mengerjakan proyek2x IT. amin…3x.
satu “selimut penenang” sudah saya lepas…kedepan, apakah saya akan mencari “selimut penenang” yang lain atau saya bisa menyingkirkan lebih banyak “selimut penenang” yang saya miliki?
Bismillahirrahmanirrahim.

Powered by ScribeFire.





Tab atau Enter?

27 11 2007

Untuk berpindah obyek atau control dalam sebuah aplikasi secara default (pada operating system berbasis graphic), tombol atau key yang digunakan adalah Tab. Hanya saja, operator yg terbiasa menggunakan aplikasi yang berjalan pada DOS, untuk berpindah control menggunakan enter. Kalo saya amati, aplikasi yg dibuat oleh orang luar negeri, semuanya sudah menggunakan tab. Bahkan aplikasi under web juga menggunakan tab. kalo aplikasi buatan dalam negeri, seperti Zahir, My Family Accounting dan aplikasi yang cukup populer, juga menggunakan tab. Enter digunakan untuk proses validasi atau proses penyimpanan data. dimanapun cursor berada, ketika tombol enter ditekan, maka proses (biasanya simpan data) akan dilakukan. demikian juga tombol ESC. dimanapun cursor berada, maka proses batal akan dilakukan.
sebagai pengembang software, saya selalu membuat aplikasi dengan 2 key untuk berpindah control, tab dan enter. hanya saja, ada beberapa komponen yang tidak bisa menerima perintah enter untuk berpindah ke obyek yang lain.
Nah, menurut anda, seberapa penting kita memfasilitasi enter sebagai pindah ke control yang lain? apakah operator atau pengguna komputer pada saat ini sudah paham dan mengerti bahwa fungsi tab adalah untuk berpindah control?
ditunggu comment dari rekan2x semua.

Powered by ScribeFire.





Client adalah Partner

16 11 2007

Client atau customer atau pembeli adalah raja. jargon itu sampai sekarang masih banyak yang menganutnya. apa pun yang diinginkan client, penjual harus memenuhinya. itu kalau penjualnya bisa. klo gak bisa gimana hayo? nah makanya sekarang jargon tersebut mulai mengalami pergeseran. yang tadinya client adalah raja, sekarang client adalah partner. jadi, dalam memenuhi kebutuhan client, ada kompromi-kompromi yang dilakukan oleh ke dua belah pihak.
dalam beberpa project yang pernah saya kerjakan, saya menemui berbagai jenis client. ada client yang “nurut”, ada client yang tahu apa kebutuhannya dan tahu bagaimana kebutuhan itu bisa dipenuhi, dan ada juga client yang tahu kebutuhannya, tapi tidak tahu bagaimana kebutuhan itu dipenuhi. dan masih ada beberapa jenis client yang lain. untuk jenis client yang tahu kebutuhan tapi tidak tahu bagaimana cara memenuhinya, biasanya ditawarkan untuk dilakukan evaluasi terhadap bisnis proses yang berjalan di sana. namun ada juga client yang ngotot, sesuaikan aja dengan teori yang ada atau buat aja sistem yang ideal. padahal, untuk menerapkan sebuah system berbasis komputer, butuh persiapan yang tergantung dari bidang yang client geluti. setidaknya perlu dilakukan komparasi antara kebutuhan system yang ideal dengan ketersediaan resource pada client. apabila ternyata resource nya memang kurang, maka perlu dilakukan kompromi, misalnya dengan penerapan system secara bertahap pada bidang2x yang resource nya sudah siap. dengan demikian, dari segi biaya dan operasional client tidak merasa terbebani. dari sisi pengembang, bisa menyelesaikan pekerjaan dengan cepat.
maka dari itu, para “penjual” perlu melakukan sosialisasi terhadap konsep ini, agar kedua belah pihak tidak merasa dirugikan. setiap instansi adalah unik. walaupun bergerak dalam bidang yang sama, pasti ada prosedur, aturan bahkan budaya yang berbeda apa bila dibandingkan dengan instansi lain. penjual perlu tahu hal itu, agar dalam mengembangkan system, bisa “click” dengan yang pembeli mau. apa bila ada kekurangan, kedua belah pihak bisa saling memberikan masukan.
bagaimana menurut pendapat anda?

Blog saya yang lain

Powered by ScribeFire.





Free Software

15 11 2007

Beberapa hari ini ngikuti diskusi yang cukup hangat di milis Delphindo. diskusinya tentang berapa banyak developer delphi yang pake delphi original. delphi termasuk IDE yang cukup mahal memang. cuman sekarang sudah ada versi free dan versi murahnya.
ada sebuah quotation yang menjelaskan tentang free software. orang sering salah kaprah dengan istilah free software. quotation ini akan memberikan penjelasan tentang makna free software.

The word “free” in “free software” refers to freedom, not to price; the price paid for a copy of a free program may be zero, or small, or (rarely) quite large

selain istilah free software, juga istilah open source yang banyak mengundang perdebatan. orang akan menganggap open source = gratis. memang banyak aplikasi yang open source itu gratis, tapi tidak sedikit aplikasi open source yang tidak gratis. klo gak salah, mysql adalah salah satu contoh yang tidak gratis. mysql menerapkan dual license. gratis klo dipake untuk coba2x or dalam proses development. juga gratis klo di distribusikan dengan aplikasi open source yg gratis juga. tapi klo udah dipakai untuk operasional, ada comercial license yang harus ditanggung oleh customer, dan itu dibayar tiap tahun.
jadi bijaksanalah dalam menyikapi software yang tidak free dan tidak open source. karena hal itu memang tergantung dari pengembang, ingin menggunakan model mana dalam software yang dibuat. salah satu alasan yang masuk akal kenapa pengembang menggunakan model close source adalah agar client tidak perlu bersusah payah mengerti coding software tersebut, karena client tidak mempunyai sdm yang mengerti source code software tersebut. butuh sesuatu tinggal minta ke pengembang untuk menyediakan fasilitasnya.
bagaimana menurut pendapat anda?

Blog saya yang lain

Powered by ScribeFire.





Sistem Informasi VS Aplikasi Sistem Informasi

14 11 2007

Kita sering denger istilah sistem informasi. biasanya kita langsung meng-identik-kan dengan IT. memang klo sekarang sistem informasi banyak yang menggunakan alat bantu dari bidang IT. sebagai orang yang menggeluti dunia IT, hal tersebut dapat menjadi “lahan” yang sangat menarik. hanya saja banyak juga orang melihat sistem informasi hanya dari sisi “alat bantu” tadi. orang bisa memberikan penilaian terhadap baik buruk nya alat bantu tadi dari outpu yang dihasilkan. misal output yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan, orang bisa bilang sistem informasi nya berjalan dengan baik. tapi misal output yang dihasilkan tidak sesuai harapan, orang bisa langsung menghukum bahwa alat bantu tadi salah. memang bisa jadi sih karena alat bantu tersebut yang salah. tapi banyak juga kasus yang menyebabkan “salah” nya alat bantu tersebut karena institusi tidak tahu apa kebutuhannya, tidak mempunyai SOP dan tidak mempunyai business rule yang kuat.
Sebagai pengembang software, apalagi pengembang software eksternal, sering juga menerima cap bahwa aplikasi yang dibuat adalah salah. dari sini timbul pertanyaan,

Apakah sebuah project sistem informasi berbasis IT juga termasuk penyusunan SOP, business rule, work flow?

Jawabannya bisa IYA dan bisa TIDAK. klo menurut saya tergantung dari lingkup project tersebut. apabila client menginginkan penyusunan, evaluasi atau dokumentasi SOP dan business rule, ya hal itu bisa kita lakukan. klo kita punya tenaga yg bidang ilmunya sesuai dengan bidang client, kita bisa langsung handle. tapi klo kita tidak punya, kita bisa menggunakan jasa tenaga dari luar. tapi yang jelas, pekerjaan tersebut menjadi komponen biaya tersendiri dalam sebuah project sistem informasi. jadi tidak serta merta masuk dalam proses SDLC.
tapi, kita sebagai pengembang software juga tidak boleh terlalu kaku. misal kita menemukan sebuah kejanggalan dalam work flow yg berjalan di client, kita bisa memberikan masukan dan saran. sekali lagi, hanya sebatas masukan dan saran. apabila diterima oleh client ya syukur, klo tidak diterima, kita bisa memberikan efek nya dikemudian hari. yang jelas keputusan tetap ditangan client. klo client merasa perlu untuk memperbaiki SOP dan business rule nya, kita bisa tawarkan jasa untuk hal tersebut.
Bagaimana menurut pendapat anda?

Blog saya yang lain

Powered by ScribeFire.





Nyoba Blogger/Blogspot

8 11 2007

madhi buat 1 blog baru lagi sekarang. alamatnya : http://mamadh-blog.blogspot.com/
klo dari performa dan fasilitasnya, sepertinya banyak di Blogger ketimbang wordpress.
main2x ke blog baru madhi ya…

Powered by ScribeFire.