Singkirkan “Selimut Penenang”

18 12 2006

detikPORTAL: Partner [Layanan Premium dari detikCOM]

Jakarta, Anak-anak memiliki “selimut penenang” sebelum tidur. Sementara kita yang sudah dewasa mungkin juga memiliki ”selimut penenang” ketika menjalani hidup. Boleh jadi “selimut penenang” kita adalah pekerjaan kita, jabatan kita, posisi dan status kita saat ini.

Tiga dari empat anak saya memiliki kebiasaan yang unik sebelum tidur. Anak yang pertama, sebelum tidur harus menggigit ujung bantal. Anak kedua, harus diselimuti dengan kasur lipat. Sementara si bungsu memiliki kebiasaan harus memegang kain lap untuk ditempelkan di pipi. Kemana pun mereka pergi, harus membawa “selimut” tersebut. Kami menyebutnya “selimut penenang”.

Apabila sebelum tidur mereka tidak menemukan “selimut penenang” itu, dipastikan anak saya akan sulit tidur dan tidak akan bisa tidur nyenyak. Ketiga anak saya itu tidak peduli “selimut penenang” itu, kusut, kumel, mengeluarkan aroma tak sedap, dan kotor. Tapi entah kenapa, mereka justeru bisa tidur nyenyak bila tidur ditemani “selimut penenang” yang sudah tidak layak pakai itu. Kami yang melihat dan melayani mereka terkadang merasa ‘risih’ dengan tingkah polah anak kami.

Saya masih ingat ketika kasur lipat yang sudah sangat tidak layak pakai saya buang, anak kedua saya sangat marah. Dia sulit tidur malam itu. Dia tidak bisa saya ajak bicara. Dia tutup pintu kamarnya. Semalaman dia menangis.

Keesokan harinya, saya meminta maaf kepada anak saya dan kemudian saya katakan “kamu sekarang sudah kelas empat. Apakah kamu tidak malu kalau temen-temen sekolah tahu kamu tidur harus pakai kasur butut? Kamu setiap bulan harus ke dokter boleh jadi karena kasur lipat yang lecek itu. Bapak yakin kamu akan tambah sehat tanpa kasur lipat itu.”

Malam berikutnya anak saya masih agak gelisah sebelum tidur. Namun akhirnya kebiasaan itu berangsur dilupakan. Dan yang sangat saya syukuri, tiga tahun sudah kasur lipat itu saya buang dan tiga tahun pula saya sudah tidak lagi mengantar anak saya ke dokter.

Anak-anak memiliki “selimut penenang” sebelum tidur. Sementara kita yang sudah dewasa mungkin juga memiliki “selimut penenang” ketika menjalani hidup. Boleh jadi “selimut penenang” kita adalah pekerjaan kita, jabatan kita, posisi, dan status kita saat ini.

Coba renungkanlah. Apa yang anda takutkan hilang saat ini? Apakah yang anda takutkan hilang itu justeru membuat anda sering sakit? Membuat orang lain merendahkan anda? Orang lain di dekat anda merasa risih dengan itu? Apakah yang anda takutkan hilang itu justru membuat anda tidak percaya diri? Kalau sebagian besar pertanyaan itu jawabannya adalah YA, itulah “selimut penenang” anda.

Saatnya anda membuang “selimut penenang” itu. Sebab boleh jadi, itulah yang membuat anda terlena dengan kondisi saat ini. Membuat anda nyaman padahal sesungguhnya hal itu mendatangkan penyakit dan menyebabkan anda kurang percaya diri. Membuat anda enggan berpetualang mencoba hal-hal yang baru, menghambat kreativitas dan menjadikan hidup anda monoton.

“Selimut penenang” menghantarkan anda tertidur di saat orang lain berlomba menyongsong perubahan yang begitu cepat. “Selimut penenang” telah membuat anda nyaman dan nikmat sehingga anda enggan berlomba meraih prestasi yang lebih tinggi. “Selimut penenang” hanya akan menjadikan anda merasakan nikmat sesaat. Untuk itu, singkirkanlah segera ’selimut penenang’ sebelum anda digilas oleh zaman yang terus berubah tanpa bisa dihentikan.

Keterangan Penulis:
Jamil Azzaini adalah Senior Trainer dan penulis buku Best Seller KUBIK LEADERSHIP; Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup.

powered by performancing firefox


Actions

Information

3 responses

22 12 2006
Apakah Microsoft Product ya yang jadi “Selimut Penenang” saya? « mamadh nge-Blog

[...] Habis ngeblog artikel dari detikportal tentang “Selimut Penenang”, sempet merenung juga. Selama ini, dalam dunia kerja madhi, biasa menggunakan microsoft product. Dari OS, Office Application, IDE, Database Server. memang ada sih beberapa aplikasi yg udah gak pake microsoft product, misal nya firefox, thunderbird, yahoo messenger. tapi aplikasi2x tadi cuman jadi pendukung saja dari kerjaan sehari-hari.beberapa hari ini, dimilis yg madhi ikuti juga lagi sering membahas teknologi alternatif pengganti microsoft product. dari milis warnet sampe milis pemrograman. dari situ akhirnya jadi timbul pertanyaan, apakah selama ini, microsoft product telah menjadi “selimut penenang” buat saya?klo dilihat, rasanya seperti itu. misalnya dalam database, madhi merasa sreg sekali jika menggunakan ms access or sql server, sampai2x membuat modul agar dengan 1 perintah, bisa kerja di ke2 db tadi. kemudian, IDE. kalo gak pake vb6, rasanya gak enak..hehehe..kayaknya kok jadi terbatasi oleh teknologi tersebut ya? apa mungkin sekarang udah saat nya untuk membuang “selimut penenang” tersebut ya?IYA, saat nya untuk membuang selimut itu, tapi kayaknya bertahap dulu, tidak bisa langsung membuang semuanya.semoga madhi diberi kekuatan untuk bisa membuang “selimut penenang”. amin… [...]

28 11 2007
Resign « mamadh nge-Blog

[...] maybe next time, kita masih bisa kerja sama dalam mengerjakan proyek2x IT. amin…3x.satu “selimut penenang” sudah saya lepas…kedepan, apakah saya akan mencari “selimut penenang” yang lain [...]

15 10 2008
ouwkeren

salam kenal..mampir ke blog ku y..

Leave a comment